Senin, 30 September 2013

inilah momen

sepintas lalu pun
tak sama antara berkarya dan berkata
begitu pula antara berbuat dan berucap
apalagi antara bertindak dan berdiam
semua itu perlu penjelasan.. 
kadang meremehkan doa, melupakannya
atau minimal tidak bersungguh-sungguh,
padahal ada kekuatan Maha Besar,
yang tiada serupa sedikitpun dengan Makhluk,
yang bisa merubah segala perhitungan,
yang dapat mengokohkan langkah,
dalam mengarungi hitam-putih dunia..
yang sementara, dan tidak lama..
ya.. tidaklah lama.. sebentar saja..

Selasa, 10 September 2013

evaluasi

menapaki perjalanan, tidak selalu diisi dengan berlari
anda perlu melepas lelah, istirahat sejenak
seraya evaluasi diri, sudahkah berada di jalur yang benar
sehingga ketika tujuan sedikit terkaburkan,
sedini mungkin anda bisa kembali ke lintasan..

Rabu, 19 Juni 2013

memilih



ilmu takkan dapat dikuasai seluruhnya
waktu takkan cukup bagi kita menapakinya
hendaknya tiap jiwa dapat memilah
apa yang paling penting baginya
dan mempersiapkan untuk akhiratnya

Kamis, 13 Juni 2013

berlalu


masa lalu itu boleh menyanjung atau menghinakan
namun itu telah berlalu
dan tak bisa larut berbangga atau bersedih
sejarah hanya tampak sebagai pelajaran
dan hikmah mengisi lembaran lebih baik

Senin, 10 Juni 2013

semesta



keteraturan semesta ini harusnya
semakin menambah keimanan seorang hamba
dan benar-benar sadar bahwa kita makhluk yg sangat lemah
sehingga ia tak sombong untuk meminta kepada yang Maha Besar

Minggu, 09 Juni 2013

al ilmu


diperlukan kesabaran dalam ilmu
baik itu dalam menuntutnya atau
dalam mengamalkan dan menyampaikan
dengan sedikit saja bersabar,
maka ia akan mendapat hasilnya

Sabtu, 08 Juni 2013

tanyakan pada diri

janganlah tanyakan "kapan matahari itu terbait dari barat?"
karena itu pasti akan terjadi
tapi tanyakan pada diri
"apa yang kau persiapkan untuk menghadapinya"

Kamis, 06 Juni 2013

Kewajiban berbakti kepada orangtua

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah menyebutkan besarnya keutamaan berbakti kepada orangtua. Bahkan, lebih besar dari jihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Ash-Shahihain, dari sahabat Abdullah ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,
Aku bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Shalat pada waktunya.” Aku berkata, “Kemudian apa?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Berbakti kepada orang tua.” Aku berkata, “Kemudian apa?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Kemudian jihad di jalan Allah.” (H.R. Al-Bukhari dan Muslim)
Dari ayat-ayat dan hadits di atas serta yang lainnya, seseorang akan memahami dengan jelas betapa tinggi dan mulianya amalan berbakti kepada orangtua.
Kewajiban berbuat baik kepada orangtua semasa hidup mereka tidaklah melihat kepada siapa dan bagaimana keadaan orangtua. Bahkan, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya untuk berbuat baik kepada orangtuanya meskipun seandainya keduanya dalam keadaan kafir sekalipun. Sebagaimana dalam berfirman-Nya,
“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, namun pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.” (Luqman: 15)
Di dalam ayat tersebut kita memahami bahwa berbuat baik kepada orangtua tidaklah gugur, karena keduanya dalam keadaan kafir, serta memerintahkan untuk berbuat syirik atau melakukan kekafiran, meskipun perintah keduanya yang berupa kemungkaran tetap tidak boleh ditaati.
Kaum muslimin yang semoga dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala,
Berbuat baik kepada orangtua sangat banyak caranya dan sangat luas cakupannya. Bisa dilakukan dengan ucapan, perbuatan, maupun dengan harta.
Berbuat baik dengan ucapan, maka bisa dilakukan dengan menjaga tutur kata yang baik dan tidak menyakitkan serta dengan berlemah-lembut ketika berbicara kepadanya. Sedangkan berbuat baik dengan perbuatan, bisa dilakukan dengan membantu menyiapkan keperluan-keperluannya atau melakukan pekerjaan-pekerjaan lainnya untuk meringankan bebannya serta memenuhi perintah-perintah-Nya, selama bukan dalam bentuk berbuat maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sedangkan berbuat baik dengan harta, bisa dilakukan dengan menginfakkan sebagian dari hartanya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
Berbuat baik kepada orangtua juga tidaklah terbatas pada saat keduanya masih hidup. Bahkan, di saat keduanya sudah meninggal dunia pun, berbuat baik kepadanya masih bisa dilakukan. Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz ibnu Abdullah ibnu Baz rahimahullah, salah seorang ulama terkemuka di Saudi Arabia mengatakan, “Disyariatkan berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk yang telah meninggal dunia, begitu pula bersedekah atas namanya dengan berbuat baik berupa memberikan bantuan kepada fakir miskin, (yaitu) seseorang mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan perbuatan tersebut dan kemudian berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar menjadikan pahala dari sedekah tersebut untuk ayah dan ibunya atau selain keduanya, baik yang telah meninggal dunia maupun yang masih hidup. Hal ini karena Nabi bersabda (yang artinya), ‘Apabila seorang manusia meninggal dunia, terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang berdoa untuknya.’ Disebutkan dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa ada seseorang bertanya kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal dunia dan beliau belum sempat berwasiat namun aku yakin kalau beliau sempat berbicara tentu beliau ingin bersedekah, apakah beliau (ibuku) akan mendapatkan pahala jika aku bersedekah atas namanya?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Benar.” (Muttafaqun ‘alaih)
Begitu pula (akan bermanfaat untuk orang yang telah meninggal dunia) amalan ibadah haji atas nama si mayit, demikian pula ibadah umrah, serta membayarkan utang-utangnya. Semua itu akan bermanfaat untuk yang meninggal sebagaimana telah datang dalil-dalil yang syar’i menunjukkan hal tersebut.” (Majmu’ Fatawa wa Maqalat, 4/342)

cuplikan dari 
http://khotbahjumat.com/kewajiban-berbakti-kepada-orang-tua/#axzz2VRQwIY2n

Selasa, 04 Juni 2013

saling mengingatkan


manusia tak mampu hidup sendiri
tidak akan mampu mengoreksi semua salahnya
ada hal yang harus dibagi
saling menasehati dalam kebaikan

Senin, 03 Juni 2013

bohong



suatu kebohongan akan mengalirkan kebohongan-kebohongan berikutnya

Kamis, 30 Mei 2013

hati yang lapang



tak selamanya diri kita bahagia
tapi bisa kita buat hati ini lapang
tak hanya berbahagia atas diri sendiri
namun suka cita ketika orang lain bahagia

Selasa, 28 Mei 2013

awal pagi



awali pagi dengan senyuman
awali pagi dengan semangat
ini bukan rutinitas pagi
ini adalah pagi yang baru
hari yang baru, ada tantangan lain
untuk hari yang lebih baik

Senin, 27 Mei 2013

benar


bahwa anda tidak sedang tidur, memang benar
kalau anda sedang tidak mabuk, itu betul
bila anda kira sedang sehat, sungguh nyata
anda sedang berada di alam dunia, yang pasti berakhir..
namun harus diperjuangkan..

Sabtu, 25 Mei 2013

Amalan Bagian dari Iman




Amalan adalah bagian dari iman, bukan syarat penyempurna atau syarat sah. Iman harus terdapat tiga unsur yaitu keyakinan, ucapan dan amalan. Tanpa adanya amalan, walau ada keyakinan dan ucapan, tidaklah disebut beriman. Inilah yang diyakini oleh Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
Ibnu Taimiyah menjelaskan mengenai masalah iman yang diyakini oleh Ahlus Sunnah wal Jama’ah dalam kitab beliau Al ‘Aqidah Al Wasithiyyah,
فَصْلٌ : وَمِنْ أُصُولِ أَهْلِ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ أَنَّ الدِّينَ وَالْإِيمَانَ قَوْلٌ وَعَمَلٌ ، قَوْلُ الْقَلْبِ وَاللِّسَانِ ، وَعَمَلُ الْقَلْبِ وَاللِّسَانِ وَالْجَوَارِحِ ، وَأَنَّ الْإِيمَانَ يَزِيدُ بِالطَّاعَةِ ، وَيَنْقُصُ بِالْمَعْصِيَةِ .
“Fasal: Di antara pokok akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, bahwa agama dan iman terdiri dari: perkataan dan amalan, perkataan hati dan lisan, amalan hati, lisan dan anggota badan. Iman itu bisa bertambah dengan melakukan ketaatan dan bisa berkurang karena maksiat.”
Perkataan di atas menunjukkan bahwa iman itu terdiri dari tiga komponen yaitu: (1) i’tiqod (keyakinan), (2) perkataan, (3) amalan.
Di antara dalil yang menunjukkan bahwa iman terdiri dari tiga rukun di atas disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ
Iman itu ada 70 atau 60 sekian cabang. Yang paling tinggi adalah perkataan ‘laa ilaha illallah’ (tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah), yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalanan, dan sifat malu merupakan bagian dari iman.” (HR. Bukhari no. 9 dan Muslim no. 35).
Perkataan ‘laa ilaha illallah’ menunjukkan bahwa iman harus dengan ucapan di lisan. Menyingkirkan duri dari jalanan menunjukkan bahwa iman harus dengan amalan anggota badan. Sedangkan sifat malu menunjukkan bahwa iman harus dengan keyakinan dalam hati, karena sifat malu itu di hati. Inilah dalil yang menunjukkan keyakinan ahlu sunnah di atas. Sehingga iman yang benar jika terdapat tiga komponen di dalamnya yaitu (1) keyakinan dalam hati, (2) ucapan di lisan, dan (3) amalan dengan anggota badan.
Sekarang yang sering dipermasalahkan, apakah amalan itu syarat sah iman ataukah syarat penyempurna iman?
Guru kami, Syaikh Sa’ad bin Nashir Asy Syatsri hafizhohullah menerangkan,
“Kami katakan: amalan termasuk bagian dari iman (rukun dari iman), bukan syarat sah, bukan pula syarat penyempurna iman. Siapa yang mengatakan bahwa amalan adalah syarat iman, maka kami katakan itu keliru. Karena amalan adalah bagian dari iman. Jika disebut syarat, maka berada sebelum sesuatu dan bukan merupakan bagian dari sesuatu tersebut.
Sebut saja, thoharoh (bersuci) merupakan syarat sah shalat. Apakah thoharoh merupakan bagian dari shalat? Atau thoharoh adalah sesuatu yang berdiri sendiri sebelumnya? Kalau disebut syarat, letaknya sebelum atau ada kaitan langsung, atau sesuatu pekerjaan yang berdiri sendiri. Jadi rukun itu adalah bagian dari sesuatu. Semacam ruku’ adalah rukun shalat dan ia merupakan bagian dari shalat.” (Syarh Mutun Al ‘Aqidah – Ushulus Sunnah Imam Ahmad, hal. 60).
Dari penjelasan di atas menunjukkan bahwa Islam itu tidak cukup keyakinan di hati saja, ditambah dengan ucapan ‘laa ilaha illallah di lisan’, namun harus pula ada amalan. Sehingga jadi permasalahan besar jika seseorang muslim tidak punya amalan shalat.
Wallahu waliyyut taufiq. Hanya Allah yang memberi hidayah.
Pesantren Darush Sholihin, Panggang-Gunungkidul, 11 Rajab 1434 H
Artikel Muslim.Or.Id

Sabtu, 18 Mei 2013

senja yang berharga

senja selalu menarik untuk dinikmati
lambang sebuah kebijaksanaan
menjelang akhir sore yang harus bermakna
suatu waktu yang tak setiap dari kita melaluinya
namun tetap ia persiapkan
suka tidak suka, mau tak mau..
senja itu akan berakhir atau tak ia lalui
namun akhir itu bukan yang terakhir
ada hari setelah itulah yang sangat berharga..
jangan kau pertaruhkan hari itu

humble

kadang anda harus segera menginjak bumi
sesaat setelah anda terbang ke angkasa

Rabu, 08 Mei 2013

sementara


seluas-luasnya dunia akan sirna
setinggi-tinggi impian akan habis
sebesar-besar harapan.. akan tinggal cerita
namun hidup kekal abadi, itu pasti..
pantaslah kita, bila selalu mengusahakan hari itu..

Senin, 06 Mei 2013

Tafakur



suatu hal yang nafas itu paling baik dihabiskan adalah mentafakuri ayat-ayat Allah dan keajaiban ciptaan Allah (ibn Qayyim)

Selasa, 16 April 2013

muhasabah

tidak seorangpun dari kita, lepas dari kesalahan
dan sebaik-baik yg bersalah adalah  yang bertaubat
janganlah putus asa terhadap rahmat Allah
teruslah meminta kepada yang di atas langit

permainan




Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah senda gurau,
permainan belaka, perhiasan yang menipu
Hingga pantaslah kita untuk lebih memikirkan
hari setelah kehidupan dunia
dunia ini bagai penjara bagi seorang bertaqwa dan surga bagi seorang yang kufur


Minggu, 07 April 2013

bukan suci

ku ucap suatu kata tuk mengingatkan
bukan artinya ku tak pernah salah
namun kuingatkan engkau
barangkali suatu saat nanti..
jika ku salah, kau ingatkanku

Kamis, 04 April 2013

kemanakah asa

kemanakah asa yang hilang
secercah harap yang tumbuh
tuk kembali menghiasi ruang
di malam yang muncul sepi
istirahat dengan lelahnya hari

Senin, 01 April 2013

lebih baik



air dapat mengikis batu dengan kesabaran
kerasnya hati dapat tunduk dengan hidayah
sulit bukan berarti tak bisa
tapi hidayah itu harus dijemput, bukan ditunggu

Sabtu, 30 Maret 2013

Cahaya



Cahaya kebaikan akan selalu muncul
di antara putih atau gelap
Paling tidak akan terlihat di alam akhirat

Kamis, 28 Maret 2013

ambillah pelajaran

kita mulai lagi dari nol
ada kegagalan, ada kesalahan
bisa jadi tonggak pelajaran
mencoba meraih asa kembali
melanjutkan pengembaraan ini

Rabu, 27 Maret 2013

Perlikuan

Perjalanan itu tak pernah datar
Selalu ada tikungan menghalangi
Sehingga terlahirlah seni
Seni untuk berjalan di muka bumi
Sebelum bumi tak mau lagi menampung kita

Selasa, 26 Maret 2013

kehidupan



Tiada kesejukan di dunia ini selain taman surga
Mendengarkan kebaikan, kebenaran,
akan menimbulkan ketenangan di dada
Maka teruslah menuntut ilmu

Jumat, 22 Maret 2013

Tempat sujud



Bersegeralah menjawab seruanNya
Bersimpuh diantara kesalahan-kesalahan
Meninggalkan perkara yang tak tentu jadi kebaikan
Sebelum waktu yang meninggalkan kita

Kamis, 21 Maret 2013

perbaiki diri



kadang terlihat samar apa yg ada didekatnya
namun ia merasa dapat melihat jelas kesalahan oranglain
bercerminlah kita

jujur




tak perlu lah kau bertanya
tak usah lah ku berkata
bahwa kita tak sejujur air
ia selalu bertasbih padaNya
mentaati perintahNya

Rabu, 20 Maret 2013

tak menyerah



harapan tak pernah pudar
rintangan tak pernah usai
walau jalan berbatu
bisa berusaha dan berdoa

Selasa, 19 Maret 2013

Sabar




Kebenaran itu satu
Namun manusia takkan selalu benar
menyikapi kebenaran lah yang terbaik
tidak menyelisinya.. karena kesombongan.
tidak menghina oranglain .. karena tidak tahu..
menasehati, tentu lebih baik.. jika tak mampu.. doakan.
dan terus mencari ilmu dan nasihat




Bertindaklah lebih untuk hari ini
tuk mengganti hari-harimu yang hilang oleh keangkuhan

Senin, 18 Maret 2013

aura kesejukan



menghirup udara murni saat ini mungkin sulit
tingkatan stress makin membuat akal tak sehat
namun sesekali meninggalkan penat dapat berguna
tempat asri nan hijau lagi menyegarkan

Minggu, 17 Maret 2013

Manusia itu kecil

Dunia itu luas kawan..
Tak ada alasan untuk bermalas-malasan
Bisalah kita untuk dapat merengkuh sedikit bagian dunia ini
untuk sekadar dapat melaksanakan tugas kita di alam ini